}
Free Atom Cursors at www.totallyfreecursors.com
Setelah itu copy kod JieZunaE: Lagu Daerah

Rabu, 07 Mei 2014

Lagu Daerah



Pengertian Lagu daerah
Lagu daerah adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Bentuk lagu ini sangat sederhana dan menggunakan bahasa daerah atau bahasa setempat. Lagu daerah banyak yang bertemakan kehidupan sehari-hari sehingga mudah untuk dipahami dan mudah diterima dalam berbagai kegiatan rakyat.  Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname (NN).
Menurut sifat dan keberasalannya lagu daerah dibedakan menjadi dua. Lagu rakyat dan Lagu klasik. Lagu rakyat yaitu lagu yang berasal dari rakyat di suatu daerah. Lagu rakyat tersebar secara alami yang disampaikan secara lisan dan turun-temurun. Contoh lagu rakyat yaitu lagu yang dipakai untuk pernikahan, kematian, berladang, berlayar, menenun, dsb.
Lagu klasik yaitu lagu yang dikembangkan di pusat-pusat pemerintahan rakyat lama seperti ibikota kerajaan atau kesultanan. Lagu klasik dinilai lebih agung dibandingkan lagu rakyat saat pembawaannya. Ini disebabkan karena lagu klasik memiliki fungsi yang lain, yaitu diterapkan pada upacara-upacara adat kerajaan.

1.        Ragam Lagu Daerah
Di berbagai penjuru Nusantara dapat ditemukan lagu-lagu daerah yang masing-masing berdasarkan budaya dan adat istiadat daerah setempat, sehingga memperkaya khasanah budaya Nusantara khususnya dalam bidang seni musik.
Lagu-lagu daerah yang terdapat di Nusantara antara lain sebagai berikut :
1. Lagu daerah asal Jawa
a.       Betawi              :  Kicir-kicir, Jali-jali, Ondel-ondel, Wak-wak gung, Lenggang kangkung, Surilang, dll
b.      Jawa Barat       : Pepeling, Bubuy bulan, Manuk dadali, Cingcangkeling,    Eslilin, dll.
c.       Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta     : Lir-ilir, Cublak cublaksuweng,Gambang Semarang, Praon, Suwe or jamu,Gundulgundul pacul, Gambang suling, dll.

2. Lagu daerah asal Sumatera
a.       Nangroe Aceh Darussalam : Bungong Jeumpa, dll.
b.      Sumatera Utara                  : Butet, Tading Maham, Rambadia, Tudung Periuk, Sigulempong, Alusi Au, Nasonang Do Hitana Dua, dll.
c.       Sumatera Barat                   : Tudung Saji, Laruik Sanjo, Kambanglah Bungo,  Mak Inang,
d.      Riau                                    : Timang-Timang, dll.
e.       Sumatera Selatan                 : Gending Sriwijaya

3. Lagu daerah asal Sulawesi
a.       Sulawesi Selatan     : Anging Mamiri
b.      Sulawesi Utara        : Miara Si Luri, O Ina Ni Keke

4.  Lagu daerah  asal Kalimantan
a.       Kalimantan Selatan : Ampar-Ampar Pisang
b.      Kalimantan Barat    : Cik-Cik Periuk
c.       Kalimantan Tengah : Tumpi Wayu
d.      Dayak Krayan         : Yamu Ame Tonge

5. Lagu daerah asal Bali dan Nusa Tenggara
a.       Bali                          : Janger, Macepet-cepetan, Cening Putri ayu
b.      Timor                       : Potong Bebek Angsa
c.       Flores                       : Lerang wutung, Mat Kleyor Tora Rebo.

6. Lagu daerah asal Maluku dan Papua
a.       Maluku                    : O Yepo, Sarinande, Kole-kole, Lembe-lembe, Hura-hura cincin,
Buka Pintu, Sayang Dilale, Hela Rotane.
b.      Papua                      : Apuse, Yamko Rambe Yamko

2.        Keunikan Musik Daerah Nusantara

Tiap-tiap daerah memiliki keunikan dalam seni musiknya. Keunikan atau ciri khas tersebut dapat dilihat dari instrumenn,melodi,ritme,harmoni,warna,maupun bangunan karya musik etnis nusantara adalah "kenthongan". Berikut ini jenis-jenis seni musik tradisional dan ciri khasnya :
A.Gamelan Jawa
Gamelan Jawa merupakan seperangkat instrumen sebagai pernyataan musikal yang sering disebut dengan istilah karawitan. Karawitan berasal dari bahasa Jawa rawit berarti rumit,berbelit-belit,tetapi rawit juga berarti halus,cantik,berliku-liku dan enak. Kata Jawa karawitan khususnya dipakai untuk mengacu kepada musik gamelan,musik Indonesia yang bersistem nada non diatonis(dalam laras selendro dan pelog) yg garapan-garapannya menggunakan sistem notasi,warna suara,ritme,memiliki fungsi,pathet dan aturan garap dalam bentuk sajian instrumentalia,vokalia,dan campuran yg indah didengar.

B.Gamelan Bali
Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon,gambang,gendang,dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya/alatnya,yang mana merupakan satu kesatuan utuh yg diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yg berarti memukul/menabuh,diikuti akhiran an yg menjadikan kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat dipulau Jawa,Madura,Bali,dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini,dan di Jawa lewat abad ke-18,istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

C.Gambang Kromong
Sebutan Gambang Kromong di ambil dari nama dua buah alat perkusi,yaitu gambang dan kromong. Bilahan gambang berjumlah 18 buah,biasa terbuat dari suangking,huru batu atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi,berjumlah 10 buah(sepuluh pencon). Orkes Gambang Kromong merupakan perpaduan yg serasi antara unsur-unsur pribumi dengan unsur Tionghoa. Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu Tehyan,Kongahyan,dan Sukong,sedangkan alat musik lainnya yaitu gambang,kromong,gendang,kecrek,dan gong merupakan unsur pribumi. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendarahaan lagu-lagunya.

D.Tajidor
Tajidor adalah sebuah kesenian Betawi yg berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19. Alat-alat musik yg digunakan biasanya terdiri dari penggabungan alat musik tiup,alat-alat musik gesek dan alat-alat musik perkusi. Biasanya kesenian ini digunakan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah. Tapi pada umumnya kesenian ini diadakan di suatu tempat yang akan dihadiri oleh masyarakat Betawi secara luas layaknya sebuah orkes. Kesenian Tajidor juga terdapat di Kalimantan Barat,sementara di Kalimantan Selatan sudah punah.

E.Kolintang
Kolintang adalah alat musik khas daerah Sulawesi Utara. Kolintang berasal dari Minahasa. Kolintang terbuat dari kayu lokal yang ringan namun kuat seperti
telur,bandaran,wenang,kanikik kayu cempaka,dan yang mempunyai konstruksi fiber paralel. Nama kolintang berasal dari suara tong(nada rendah),ting(nada tinggi),dan tang(nada biasa). Dalam bahasa daerah,ajakan "Mari kita lakukan TONG TING TANG" adalah "Mangemo kumolintang". Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang.

F.Angklung
Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yg berasal dari Tanah Sunda,terbuat dari bambu,yang dibunyikan dengan cara digoyangkan(bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yg bergetar dalam susunan nada 2,3,sampai 4 nada dalam setiap ukuran,baik besar maupun kecil. Laras(nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.

3.        Fungsi  Musik Daerah
Fungsi lagu daerah banyak sekali. Diantaranya..
1. Upacara Adat.
Di Sumba sebagai pengiring roh dalam upacara Merapu dan musik angklung dalam upacara Seren Taun (panen padi) di Sunda.
2. Pengiring tari dan pertunjukan
Lagu lagu langgam yang dipadu dengan gamelan di jawa dipakai untuk mengiringi pementasan tari Serimpi di jawa tengah. Bisa juga dipakai unuk pertunjukan wayang kulit, kethoprak, ludruk, drama dsb.
3. Media Bermain
Contohnya cublak cublak suweng dari Jawa Tengah, ampar ampar pisang di Kalimantan Selatan, dan pok ame ame dari Betawi.
4. Sebagai media komunikasi
Pertunjukan musik atau lagu di suatu tempat dapat dipakai media komunikasi secara tidak langsung yang ditandakan dengan banyaknya orang yang melihat pertunjukan.
5. Sebagai media penerangan
Kini lagu dalam aneka iklan layanan masyarakat maupun lagu populer dipakai sebagai media penerangan. Contohnya lagu tentang pemilu, imunisasi, juga lagu bernafaskan agama menjalankan fungsi ini.
Contoh lagu – lagu daerah nusantara sangat banyak sekali. Sesuai daerahnya masing masing, mengingat Indonesia memiliki banyak daerah sehingga banyak kebudayaan yang timbul di setiap-setiap daerah tadi. Mulai dari Sabang sampai Merauke, pulau Miangas sampai pulau Rote. Berikut beberapa contoh lagu daerah dari berbagai daerah di Indonesia.

4.        Contoh Musik Daerah


Lagu-lagu daerah Melayu Bengkulu
1.      Toy Botoy-botoy
2.      Ding Kediding Ambin Umbut
3.      Bekatak Kurak karik
4.      Sekundang Setungguan
5.      Anok Lumang
6.      Tebo Kabeak
7.      Idup Nak Ratau
8.      Jibek Weo
9.      Sungai Suci
10.  Ting Bedeting

Lagu-lagu daerah Batak
1.      Inang
2.      Asing Sing So
3.      Pulo Samosir
4.      Butet
5.      Lisoi
6.      O Tano Batak
7.      Sinanggar Tullo
8.      Maragam Ragam Do Anggo Sita Sita
9.      Lisoi
10.  Denggan Ni Lagu Mi

Lagu rakyat Sumatera Utara
1.      Aek Sarulla
2.      Alusi Au
3.      Anju Ahu
4.      Butet
5.      Dago Inang Sarge
6.      Dirondang Ni Bulani
7.      Erkata Bedil
8.      Gondang Si Monang-monang
9.      Hoho Ninawuagö
10.  Ketabo

Lagu Daerah Sumatera Selatan
1.      Gending Sriwijaya
2.      Cuk mak ilang
3.      Kebile bile
4.      Pempek Lenjer
5.      Layang Selayak

Lagu Daerah Jawa Barat
1.      Warung pojok
2.      Es lilin
3.      Cing Cangkeling
4.      Manuk Dadali
5.      Bubuy Bulan

Lagu dari Daerah DKI Jakarta
1.      Kicir kicir
2.      Keroncong kemayoran
3.      Jali jali
4.      Wak wak gung
5.      Cik cik periuk

Lagu dari daerah jawa Tengah
1.      Ande ande lumut
2.      Bapak Pucung
3.      Dondon apa Salak
4.      Gambang Suling
5.      Te kate dipanah
6.      Jaranan
7.      Gundul Pacul
8.      Sinom

Lagu dari daerah Jawa Timur
1.      Bapak Tane
2.      Cublak Cublak Suweng
3.      Jamuran
4.      Lindri
5.      Karaban Sape
6.      Tanduk majeng
7.      Rek ayo rek



6.        Contoh Lirik Lagu Daerah

Contoh lirik lagu Suwe Ora Jamu dari Jawa Tengah
Suwe ora jamu
Jamu godhong tela
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan gawe gela
Contoh lirik lagu Rek Ayo Rek dari Jawa Timur
Rek ayo rek mlaku mlaku nang tunjungan
Rek ayo rek rame rame bebarengan
Mangan tahu jadhi campur nganggo timun
Malam minggu gak apik dhigawa nglamun
Ngalor ngidur liwat took numpak motor
Masih untung nyenggal nyenggol ati lega
Sapa ngerti nasib awak lagi mujur
Kenal anak e sing dodol rujak cingur
Ja dhipikir kon padha gak duwe sangu
ja dhipikir angger padha gelem melu aku
cah ayo cah sapa gelem melu aku
cah ayo cah golek kenalan cah ayu
Contoh lirik lagu Kicir Kicir dari Jakarta
kicir kicir ini lagunya
lagu lama ya tuan dari jakarta
saya menyanyi ya tuan memang sengaja
untuk menghibur menghibur hati nan duka
burung dara burung merpati
terbang cepat ya tuan tiada tara
bilalah kita ya tuan suka menyanyi
badanlah sehat ya tuan hati gembira
buah mangga enak rasanya
si manalagi ya tuan paling ternama
siapa saja ya tuan rajin bekerja
pasti menjadi menjadi warga berguna
KEUNIKAN LAGU DAERAH
Berdasarkan jenisnya musik dibagi menjadi dua yaitu :
1. Musik tradisional/musik daerah, adalah musik yang lahir dari budaya daerah setempat. Alat musik yang digunakan, bentuk ataupun iramanya sederhana dan bersifat kedaerahan.Contoh angklung dari sunda, gambang kromong dari betawi ,kolintang dari Minahasa, arumba,tarling dari Jawa Barat, dan gamelan dari Jawa.
2. Musik non tradisional/musik modern, adalah musik yang lahir karena perkembangan budaya modern, misalnya ansamble musik , orkestra, band.
Lagu daerah adalah lagu yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah. Lagu daerah di Indonesia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Sederhana
2. Kedaerahan
3. Turun temurun
4. Sebagian besar tidak diketahui penciptanya

1. Sederhana
Lagu daerah biasanya bersifat sederhana baik dari melodi, maupun syairnya. Tangga nada yang digunakan pentatonis. Tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang terdiri dari 5 nada berjenjang. Tangga nada pentatonis sebenarnya tidak mungkin dituliskan dalam notasi yang umum, namun apabila diterapkan maka kira-kira mendekati jajaran nada yang dipergunakan do – re – mi – sol – la.
2. Kedaerahan
Karena lagu daerah tumbuh dari budaya daerah setempat maka lirik/syairnya sesuai dengan bahasa daerah atau dialek daerah setempat yang bersifat lokal.
3. Turun Temurun
Karena lagu daerah biasanya dalam kondisi alam di daerah tertentu maka pengajarannya bersifat turun temurun dari orangtua kepada anaknya atau dari nenek kepada cucunya.
4. Jarang Diketahui Penciptanya
Karena lagu daerah mempunyai karakter turun termurun maka siapa penciptanya jarang diketahui disamping itu juga lagu-lagu daerah ini tidak tertulis. Karena tujuan awalnya lagu ini bukan semata-mata untuk komersial. Akan tetapi lagu ini dinyanyikan pada saat musin panen sebagai ungkapan rasa bahagia, bermain pada waktu senggang atau meninabobokkan anak. Musik Daerah Nusantara

A. PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI MUSIK DAERAH
1.      Pengertian Musik Daerah
Musik daerah adalah jenis dimana inspirasi penciptaannya berdasarkan atas budaya dan adat istiadat dari suatu daerah tertentu. Selain sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan dan kebiasaan yang terjadi didaerah tersebut, musik daerah juga digunakan untuk kegiatan upacara-upacara daerah oleh masyarakat setempat.
2. Ciri-ciri musik Daerah
Cirri-ciri musik daerah antara lain :
a.       Mengandung suatu makna
b.      Memuat pesan untuk masyarakat suatu daerah
c.       Menggambarkan suasana suatu daerah
d.      Menggunakan bahasa daerah
e.       Irama dan melodinya bersifat sederhana.
B. MENGENAL BEBERAPA MUSIK DAERAH NUSANTARA
Musik daerah yang ada di nusantara tersebar di seluruh wilayah nusantara. Berikut ini beberapa contoh musik daerah yang ada di Nusantara.
1. Musik  daerah Nanggroe Aceh Darussalam
Jenis alat musik yang banyak digunakan adalah rebana, gambus, harubab, gedumba, marwas, bangsi/seruni (seruling). Dari beberapa alat musik tersebut yang berfungsi sebagai melodi adalah bangsi/seruni, sedang alat musik yang lain berfungsi sebagai ritmis.
2. Musik Tradisonal dari Daerah Sumatera Utara
a. Tata Ganing atau Gondang
Alat-alat musik yang digunakan adalah :
1)      Gong
2)      Gerantung, yaitu alat musik pukul semacam gambang
3)      Tanggelong atau nungneng, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari tali dan cara memainkannya dengan dipukul
4)      Suling dengan nama seperti salodap, salonat, sordam dan tarafair.
5)      Arbab, hasapi, hapetan dan kulcapi.
b. Gondang Sambilan
Gondang sambilan adalah musik daerah Sumatera Utara yang berbentuk ansambel gendang (drum), merupakan cirri umum musik di daerah ini. Alat musik yang digunakan dalam ansambel gondang sambilan adalah :
1)      Sembilan buah gendang besar (gondang) yang memiliki ukuran berbeda-beda
2)      Sekelompok gong yang memiliki kecil hingga besar
3)      Sepasang simbal.
4)      Serunai
3. Musik Nusantara daerah Nias
Musik daerah nias terdiri atas empat atau tiga nada dalam satu oktaf. Alat musiknya terdiri atas :
a.       Gong dengan berbagai ukuran. Gong yang berukuran besar disebut gong sedang yang     berukuran kecil disebut faritia atau saraina
b.      Lagiya atau semacam rebab
c.       Koko atau semacam kecapi atau celempung
d.      Gendang yang panjangnya tiga meter dengan nama tamburu, gendera, cucu, fodrahi dan tabunara
e.       Garputala
f.       Sigu mbawa atau surune mbawa (seruling)
4. Musik Tradisonal dari daerah Sumatera barat
Musik daerah dari daerah Sumatera Barat adalah Talempong. Ada dua jenis talemponga yaitu :
a. Talempong duduk
Talempong jenis ini dimainkan dengan cara duduk di atas alas. Biasanya dimainkan oleh anak-anak gadis.
b. Talempong pacik
Talempong jenis ini dimainkan dengan cara dijinjing menggunakan ibu jari. Biasanya dimainkan oleh kaum pria.
Alat musik yang dipakai dalam musik talempong adalah :
a.       Alat musik perkusi            :  gendang, rebana, ketipung, gong dan talempong
b.      Alat musik tiup                  :  bansi, saluang, puput tanduk, puput batang padi, serunai    dan seruling
c.       Alat musik pendukung      :  biola, terompet, gitar
5. Musik Daerah Daerah Jawa Barat
a. Angklung
Musik angklung adalah jenis musik daerah yang berasal dari Jawa Barat. Alat musik ini semuanya terbuat dari bambu.  Dalm sejarahnya, musik angklung telah dikenal dan digunakan oleh masyarkat Sunda-Jawa Bart sejak abad XVI sebagai alat tabuh daerah yang digunakan untuk ronda, memeriahkan pesta, dakwah agama atau kegiatan yang lain yang ad di masyarakat Sunda. Pada tahun 1928 Daeng Sutigna mengubah tangga nada yang digunakan pad musik angklung dari tangga nad pentatonis menjadi tangga nada diatonis.
b. Calung
Calung adalah jenis musik daerah yang berasal dari Jawa Barat. yang semuanya terbuat dari bambu. Cara memainkannya dengan cara dipukul. Alat musik tersebut menggunakan bilahan bambu yang dinamakan keprak.
6. Musik Daerah Daerah Betawi
a.       Gambang Kromong
Musik daerah ini merupakn perpaduan antara musik gamelan dengan musik barat yang menggunakan tangga nada pentatonis (tionghoa). Alt musik yang digunakn adalah : gambang, rebab dan biola.Kebanyakan syair lagunya berisi sindiran dengan pantun yang indah yang di bawakan secara berpasangan. Gaya khas dalam pembawaan lagu adalah bersifat humoris, gembira dan fleksibel. Contoh lagu yang populer dalam musik gambang kromong adalah Jali-Jali.
b. Musik Tanjidor
Tanjidor adalah sekelompok pemusik yang memainkan alat-alat musik logam yang tak bernada seperti  tambur besar, terompet. Musik Tanjidor biasanya digunakan pada upacara perayaan di desa atau pesta rakyat.
7.      Musik Daerah daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Musik Daerah daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta adalah gamelan yaitu seperangkat alat musik yang terdiri dari  : saron, rebab, bonang, kendang, gender, gong. Tangga nada yang digunakan adalah tangga nada pelog dan slendro.Notasi gamelan yang menggunakan tanggad nada slendro memiliki 6 titi nada, yaitu : 1-2-3-5-6, sedangkan tangga nada pelog memiliki 7 titi nada, yaitu : 1-2-3-4-5-6-7.
8. Musik Daerah Daerah Kalimantan
Di antara musik daerah daerah Kalimantan adalah Orkes Karawitan Banjar. Alat-alat musik yang digunakan dalam musik daerah ini antara lain : rebab, gambang, gender, gendang dan suling diagonal.
9. Musik Daerah Daerah Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan memiliki musik daerah yang dinamakan dengan nama gendang bulo. Alat musik yang digunakan dalam musik ini antara lain :gendang, keso, hobo, atau puwi-puwi, basing-basing, popondi atau tolindo, dan kecapi
10. Musik Daerah Daerah Papua
Alat musik yang ada di Papua banyak berasal dari Maluku seperti Tifa, rebana, rebab dan gong. Alat musik yang ada di Papua adalah genderang yang dihiasi dengan pahatan dan sekakas yang digunakan untuk menarik ikan hiu dalam suatu perburuan di laut.
C. UNSUR-UNSUR MUSIK NUSANTARA
1. Melodi
Yaitu rangkaian sejumlah nada yang ditanggapi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya.
2. Ritme
Yaitu gerak nada yang teratur mengalir karena munculnya aksen-aksen secara tetap.
3. Birama
Yaitu suatu tanda untuk menunjukkan jumlah ketukan dalam satu birama. Garis biramaadalah garis vertikal yang memisahkan antar birama yang satu dengan yang lainnya. Ada jensi birama, yaitu :
a.       Birama perduaan tunggal
Yang termasuk birama ini adalah birama 2/4 dan 2/8
b.      Birama perduaan bertingkat
Yang termasuk jenis birama inia adalah 4/4, 8/4, 4/8, dan 8/8
c.       Birama pertigaan tunggal
Yaitu birama ¾ dan 3/8
d.      Birama pertigaan bertingkat
Yaitu birama 6/4, 6/8, 9/4, dan 9/8
4. Tangga nada
Adalah susunan nada-nada yang beraturan dan mempunyai pola jarak tertentu. Tangga nada terbagi menjadi 3 yaitu :
a. Tangga Diatonis
Adalah susunan nada-nada yang beraturan dan mempunyai pola jarak 1 dan ½. Tangga nada diatonis ada 2 macam, yaitu :
1)        Tangga diatonic mayor, yaitu tangga nada yang mempunyai pola jarak 1-1-1/2-1-1-1-1/2. Contoh c-d-e-f-g-a-b-c’
2)        Tangga nada diatonic minor, ada empat macam tangga nada minor :
a)         Tangga nada minor asli
Mempunyai pola jarak 1-1/2-1-1-1-1-1/2.
Contoh a-b-c’-d’-e’-f’-g’-a’
b)        Tangga nada minor melodis
Mempunyai pola jarak 1-1/2-1-1-1/2-1-1 pada waktu naik sedangkan pada waktu turun pola jaraknya berubah yaitu 1-1-1/2-1-1-1/2-1. Contoh a-b-c’-d’-e’-fis’-gis’-a’-g’-f’-e’-d’-c’-b-a
c)         Tangga nada minor harmonis
Mempunyai pola jarak 1-1/2-1-1-1/2-11/2-1/2
Contoh a-b-c’-d’-e’-f’-gis’-a’
d)        Tangga nada minor zigana
Mempunyai pola jarak 1-1/2-1 1/2-1/2-1-1-1/2
Contoh : a-b-c’-dis’-e’-fis’-gis’-a’
b. Tangga nada Kromatis
Adalah susunan nada-nada yang beraturan dan mempunyai pola jarak 1/2. Contoh : c-cis-d-dis-e-f-fis-g-gis-a-ais-b-c’
c. Tangga nada Debusian
Adalah tangga nada yang beraturan dan mempunyai pola jarak 1
Contoh : c-d-eis-fis-gis-ais-c’
5. Tempo, dinamika dan ekspresi
a. Tempo, adalah tanda yang menunjukan cepat lambatnya suatu lagu dinyanyikan. Istilah tempo ada tiga yaitu
1)      Tempo lambat            :  Largo, Lento, Adagio
2)      Tempo Sedang           :  Andante, Moderato
3)      Tempo Cepat              :  Allegro, Vivace, presto
Selai istilah utama, kadang seorang pencipta lagu melakukan pengubahan atau penambahan dengan istilah lain dengan akhiran tertentu. Cara yang biasa digunakan seperti berikut :
a)      Penggabungan dua istilah, misalnya Allegro Vivace yang berarti lebih cepat dari Allegro, tetapi kurang dari vivace
b)     Menambah istilah lain. Kata-kata yang digunakan seperti berikut :
Con amore : dengan penuh cinta
Conbrio : dengan hidup
Con fiesta : dengan meriah
Con espressione : dengan penuh perasaan
Con dolore : dengan sedih
Con mastoso : dengan agung
Misalnya dari istilah adagio menjadi adagio con maestoso
c)      Menambah akhiran “etto” yang berarti agak, dan akhiran “issimo” yang berarti sangat. Misalnya jika allegretto yang berarti agak cepat dan allegrissimo yang berarti sangat cepat.
Alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan lagu disebut metronome manzel yang sering disingkat dengan “MM”. Angka metronome manzel menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu menit.
b. Dinamika adalah perubahan keras lembutnya lagu dalam sebuah lagu. Dalam penulisan dinamik pada sebuah lagu dinyatakan dengan beberapa tanda dan istilah, diantaranya sebagai berikut :
1)      Dinamika lembut
a)      Piano (p) :  lembut
b)     Pianissimo (pp)                  :  sangat lembut
c)      Pianissimo assai (ppp)       :  amat sangat lembut
d)     Mezzo piano (mp) :  agak lembut
e)       Piano forte (pf) :  dimulai dengan lembut, kemudian mengeras
2)      Dinamika keras
a)      Forte (f) :  keras
b)     Fortissimo (ff) :  sangat keras
c)      Fortissimo assai (fff) :  amat sangat keras
d)     Mezzo forte (mf) :  agak keras
e)      Forte piano :  dimulai dengan keras, kemudian melembut.
3)      Tanda perubahan dinamika
a)      Crescendo (cresc) :  makin keras
b)     Decrescendo (decresc) :  makin lembut
c)      Mezza di voce :  mengeras kemudian melembut
d)     Diminuendo (dim) :  makin lembut
c. Ekspresi
Dalam musik ekspresi menyatakan suatu sifat atau jiwa lagu secara spesifik. Sifat atau jiwa tersebut dinyatakan dalam suatu istilah yang menggambarkan perasaan yang menjiwai lagu secara keseluruhan. Istilah-istilah tersebut ditulis dalam bahasa Italia, antara lain :
1) Marciale atau Marcia
2) Maestozo
3) Con expressionne
4) Dolce
5) Religioso
6)      Dan lain-lain



Tidak ada komentar:

Posting Komentar