}
Free Atom Cursors at www.totallyfreecursors.com
Setelah itu copy kod JieZunaE: laporan karya wisata ke bandung

Sabtu, 12 Mei 2012

laporan karya wisata ke bandung


BAB I
BAGIAN ISI

1.      Latar Belakang Karya Wisata
Dunia anak lebih dominan dengan dunia bermain. Bahkan dari bermain ini pula anak akan menyerap banyak pelajaran maupun hikmah baik secara langsung maupun secara tidak langsung, yang baik maupun yang kurang baik. Dalam pembelajaran dikelas pun untuk menyampaikan suatu materi akan lebih menarik dan diterima apabila di kaitkan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Disini lah makna kontekskualitas dari desain pembelajaran dituntut, artinya pembelajaran akan lebih bermakna apabila menyentuh dunia nyata yang dialami oleh anak itu sendiri. Bermain itu sendiri tidak terbatas dengan sebuah permainan, melainkan segala perilaku dan keterlibatan emosi anak dalam persinggungannya dengan orang lain maupun lingkungan sekitar.
Untuk itu perlu kiranya pada waktu tertentu anak (siswa) dibawa kelingkungan alami diluar sekolah untuk membandingkan antara teori yang telah diterima dikelas dengan kenyataan dilapangan. Salah satu alternatif dari kegiatan tersebut adalah kegiatan karya wisata siswa (studi tour) ke suatu tempat. Selain itu dalam kegiatan ini anak dituntut untuk mampu belajar menyusun laporan sebagai praktek dalam pembelajaran menulis mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal terpenting dalam kegiatan ini adalah membekali siswa untuk belajar dan berfikir kritis dan membiasakan siswa untuk menulis suatu karya ilmiah.

2.      Tujuan Karya Wisata
a.       Melaksanakan salah satu program kerja sekolah
b.      Memberi kesempatan kepada siswa untuk membandingkan/mempraktekkan teori yang telah diterima dengan lingkungan yang sebenarnya.
c.       Melatih siswa terutama siswa kelas 8 untuk dapat menyusun laporan kegiatan secara benar.
d.      Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengunjungi beberapa obyek wisata di kawasan Jakarta.


3.      Manfaat Karya Wisata
a.       Menambah wawasan dan pengetahuan siswa
b.      Melatih siswa untuk selalu berfikir kritis dan analitis

4.      Waktu dan Obyek
a.       Kegiatan akan dilaksanakan pada 26 Maret 2012
b.      Obyek yang dikunjungi meliputi :
1)      Iptek Sundial
2)      Museum Geologi
3)      Bandung Carnival Land
4)      Cibaduyut

5.      Gambaran Obyek
A.     Iptek Sundial
B.     Museum Geologi
C.     Bandung Carnival Land
D.     Cibaduyut















A.     SUNDIAL

 

Masih di RTM, sebuah konsultan desain arsitektur di Bandung, kami diberi kesempatan untuk mengikuti sebuah sayembara terbatas yang diselenggarakan oleh sebuah pengembang yang cukup ternama di Padalarang. Pada awalnya kami diminta untuk menjabarkan pemahaman kami tentang sebuah “gerbang masuk sebuah kawasan”, yang selanjutnya disebut sebagai “entry gate project”, dimana di dalamnya, kami diminta memberikan gagasan awal tentang ikon/landmark sebuah kawasan yang sedang dikembangkan, yang bertema “Kota Baru Berwawasan Pendidikan”. Dari situlah muncul gagasan tentang “Sundial/Jam Matahari” yang dapat diartikan sebagai teknologi yang paling sederhana yang telah dikenal sejak awal peradaban manusia. Dimana teknologi dan pendidikan adalah suatu yang inherent.
Beruntung kami memenangi sayembara desain tersebut, sehingga konsep sundial dapat  dieksplorasi lebih jauh. Digabung dengan “Gerbang Bulan” sebagai ‘penanda’ di area main gate dan patung bola dunia sebagai “center of gravity”,  jadilah entry gate project ini tergabung dalam sebuah konsep sumbu konstelasi kosmik alam semesta,
Bumi-Bulan dan Matahari….
Dimana bumi adalah pusat orientasi, matahai adalah pusat rotasi, dan bulan berada di antaranya.
Dibantu oleh seorang seniman, yang juga seorang pengajar di Fakultas Seri Rupa & Desain di sebuah perguruan tinggi negri ternama di Bandung, dibuatlah sebuah patung bola dunia utuh dari batu-padalarang berdiameter hampir 2 meter di kelilingi kolande 12 bulan dengan relief 12 penanggalan kuno yang pernh dikenal dalam sejarah kebudayaan manusia
Pada kelanjutan pengembangan desain, client mengharapkan landmark yang berupa sundial/jam matahari tersebut, juga dapat difungsikan sebagai sebuah bangunan pamer atau galeri dari lembaga Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPA IPTEK).
Bangunan sundial/jam matahari ini sendiri terdiri dari 3 bagian utama, yaitu gnomon  (batang bayangan), bangunan utama yang berfungsi sebagai galeri PUSPA IPTEK, dan bidang dial yang dapat digunakan sebagai arena bermain anak. Di dalam bangunan sundial terdapat viewing deck untuk mengamati jatuhnya bayangan gnomon pada bidang dial. Sedangkan untuk menentukan sudut kemiringan gnomon, arah poros sumbu bumi dan ketinggian bangunan, kami dibantu oleh team astronomi independen, sehingga jatuhnya bayangan matahari pada bidang dial sesuai dengan perhitungan dengan akurasi tinggi. Tabel koreksi waktu akibat sudut inklanasi matahari ditempelkan disisi viewing deck dan dikoreksi ulang setiap setahunnya.
Selain di-claim sebagai jam matahari terbesar versi MURI, diakui juga sebagai jam matahari pertama yang mengintegrasikan sundial horisontal dan vertikan secara bersamaan, yang dapat dilihat pada sundial vertikal di gerbang masuk bangunan.
Warna-warna cerah diaplikasikan sesuai simbol spektrum warna untuk panas dan sinar, sekaligus memperkuat kesan colorful, yang sesuai dengan tema untuk anak-anak, yang merupakan fokus dasar pendidikan. Hingga sekarang,  dengan komitmen dari pengembang dan partisipasi dari masyarakat pendidikan, khususnya pendidikan dasar, sundial ini telah menjadi ikon/landmark kawasan yang dijadikan salah satu objek tujuan wisata pendidikan di Jawa Barat (PUSPA IPTEK).
Sundial atau yang lebih simple di artikan adalah Jam Matahari, yaitu sebuah alat yang digunakan sebagai penunjuk waktu.
Sundial terdiri dari beberapa jenis, yaitu sundial horosontal, vertical, ekuatorial dan meridian. Masing-masing sundial memiliki aturan tersendiri dalam pembuatannya.
Sundial Kota Baru Parahyangan adalah jenis Sundial pertama di Indonesia yang berfungsi sebagai sundial jenis horizontal dan vertical terpadu, juga sebagai sundial terbesar di Indonesia (Sertifikat Museum Rekor Indonesia: Mei 2002).
Sundial ini juga diakui sebagai Sundial Terintegrasi Vertikal dan Horizontal Terbesar di Dunia. Sundial ini menunjukan waktu Jam dan Bulan (Januari s/d Desember). Di dalamnya terdapat museum Iptek untuk tempat peragaan Sains.
Lokasi Proyek yang terletak pada lintang 6o51’ LS dan bujur 107 o19’BT, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Design Sundial ini, antara lain:
1.   Sundial Vertikal
* Penentuan Kemiringan Bidang Dial
* Penentuan posisi dan panjang Gnomon
* Penentuan Garis Jam (hour lines) dibidang dial
2.    Sundial Horisontal
·  Penentuan posisi dan ketinggian gnomon disesuaikan dengan ukuran bidang dial yang ada
·  Penentuan garis jam (hour lines) di bidang dial
·  Penentuan garis Zodiak di bidang dial
B.     MUSEUM GEOLOGI

Sejarah
Museum Geologi terletak di Jalan Diponegoro No. 57, Kota Bandung, Jawa Barat. Museum yang menyimpan dan mengelola berbagai macam materi geologi ini telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, tepatnya tanggal 16 Mei 1929. Adapun tujuan pendiriannya berkaitan erat dengan sejarah penyelidikan geologi dan tambang di wilayah Nusantara oleh para ahli geologi bangsa Eropa yang dimulai sejak pertengahan abad ke-17 hingga timbulnya revolusi industri di daratan Eropa pada pertengahan abad ke-18.
Bangsa Belanda (salah satu negara di Benua Eropa) yang waktu itu berkuasa di tanah air, tentu saja sangat membutuhkan bahan tambang sebagai bahan dasar industri di negerinya sendiri. Oleh karena itu, mereka kemudian membentuk sebuah lembaga pada tahun 1850 bernama Dienst van het Mijnwezen yang bertujuan untuk melakukan penyelidikan geologi dan sumberdaya mineral.
Dienst van het Mijnwezen yang pada tahun 1922 berganti nama menjadi Dienst van den Mijnbouw ternyata sangat serius melakukan tugasnya dengan mengumpulkan berbagai macam batuan, mineral, fosil, laporan dan peta sehingga memerlukan tempat khusus untuk penyimpanan dan penganalisisan lebih lanjut dari bahan-bahan temuan tersebut.
Sebagai jalan keluarnya, mereka lalu membangun sebuah gedung tempat penyimpanan di Rembrandt Straat Bandung yang rancangannya digarap oleh Ir. Menalda van Schouwenburg dengan gaya art deco. Pembangunannya memerlukan waktu selama 11 bulan dengan 300 orang pekerja dan menghabiskan dana sekitar 400 Gulden. Sedangkan peresmiannya dilakukan pada tanggal 16 Mei 1929, hampir bertepatan dengan penyelenggaraan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-4 (Fourth Pacific Science Congress) di Bandung pada tanggal 18-24 Mei 1929. Gedung itu kemudian dinamakan Geologisch Laboratorium.
Saat Jepang menguasai Indonesia, pada tahun 1942 pihak Pemerintah Kolonial Belanda terpaksa menyerahkan kekuasaan teritorialnya termasuk di dalamnya gedung Geologisch Laboratorium melalui Letjen H. Ter Poorten (Penglima Tentara Sekutu di Hindia Belanda) kepada pihak Jepang yang diwakili oleh Panglima Tentara Jepang, Letjen H. Imamura di daerah Kalijati, Subang. Oleh Jepang Gedung Geologisch Laboratorium diganti namanya menjadi Kogyo Zimusho dan setahun kemudian diganti lagi menjadi Chishitsu Chosacho.
Setelah bangsa Indonesia merdeka, Gedung Chishitsu Chosacho diambil alih dan pengelolaannya berada dibawah Pusat Djawatan Tambang dan Geologi (PDTG). Namun ketika tentara Belanda (NICA) datang lagi dengan membonceng Amerika Serikat dan Inggris, mereka berusaha menguasai kembali Chishitsu Chosacho pada 12 Desember 1945 yang menewaskan seorang pemuda bernama Sakiman, sehingga kantor PDTG terpaksa dialihkan atau dipindahkan ke Jalan Braga No. 3 dan 8.
Namun, kepindahan ke Jalan Braga ternyata tidak berlangsung lama karena sejak Desember 1945 hingga Desember 1949 terjadi pertempuran antara rakyat Indonesia melawan pasukan Belanda di berbagai daerah yang membuat kantor PDTG harus berpindah-pindah dari Bandung – Tasikmalaya – Magelang – Yogyakarta untuk menyelamatkan dokumen-dokumen penting hasil penelitian geologi. Dalam usaha menyelamatkan dokumen tersebut, pada tanggal 7 Mei 1949 Arie Frederik Lasut yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pusat Djawatan Tambang dan Geologi diculik dan dibunuh oleh tentara Belanda di Desa Pakem, Yogyakarta.
Setelah situasi politik dan keamanan di Indonesia terkendali, tahun 1950 kantor PDTG kembali lagi ke Geologisch Laboratorium dan berganti nama menjadi Djawatan Pertambangan Republik Indonesia (DPRI). Nama DPRI tidak bertahan lama dan beberapa kali diganti hingga sekarang menjadi Pusat Survei Geologi. Nama-nama tersebut adalah: Djawatan Pertambangan Republik Indonesia (1950-1952), Djawatan Geologi (1952-1956), Pusat Djawatan Geologi (1956-1957), Djawatan Geologi (1957-1963), Direktorat Geologi (1963-1978), Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (1978-2005), dan Pusat Survei Geologi (akhir 2005 sampai sekarang).
Selain nama yang berganti-ganti, status museum pun juga berganti. Pada tahun 2002 melalui Kepmen No. 1725 tahun 2002 status museum yang tadinya Seksi Museum Geologi menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Balitbang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tiga tahun kemudian (akhir 2005), status UPT Museum Geologi berada dibawah Badan Geologi bersamaan dengan terbentuknya Badan Geologi sebagai Unit Eselon I di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tugas Pokok dan Fungsi
Tugas pokok Museum Geologi adalah sebagai penunjang dan operasional untuk melaksanakan penelitian, pengembangan dan konservasi serta memperagakan koleksi geologi. Sementara fungsinya adalah: (1) penyiapan rencana dan program penelitian, pengembangan, konservasi, peragaan dan publikasi koleksi geologi; (2) pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan dokumentasi; (3) pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan peragaan; (4) pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta publikasi; (5) pelaksanaan dan pengembangan kerja sama serta pelayanan jasa permuseuman; (6) pelaksanaan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan dan rumah tangga; dan (7) evaluasi pelaksanaan rencana dan program penelitian, pengembangan, konservasi, peragaan dan publikasi koleksi geologi.

Fasilitas dan Koleksi Museum Geologi
Fasilitas penunjang, baik gedung maupun peralatan dan perlengkapan yang dimiliki oleh Museum Geologi tergolong lengkap, karena pada tahun 1999 pernah mendapat bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency) senilai 754,5 juta yen untuk merenovasi gedung. Setelah selesai, gedung yang beberapa bulan ditutup untuk umum selama masa renovasi, dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000.
Hasil renovasi tahun 2000 ini menjadikan museum memiliki 3 kelompok ruang peragaan, yaitu: Kelompok Sejarah Kehidupan, Kelompok Geologi Indonesia, dan Kelompok Geologi dan Kehidupan Manusia. Selain itu ada juga ruang dokumentasi untuk menyimpan koleksi secara lebih memadai agar mudah diakses oleh pengguna, baik masyarakat umum, peneliti maupun grup industri.
Ketiga kelompok ruang peragaan tersebut berada pada lantai I dan II gedung museum. Lantai pertama terbagi menjadi 3 ruang utama, yaitu: ruang orientasi di bagian tengah, ruang sayap barat dan ruang sayap timur. Pada bagian ruang Orientasi terdapat peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian.
Selanjutnya, adalah Ruang Geologi Indonesia yang berada di bagian sayap barat gedung museum. Di dalam Ruang Geologi Indonesia terdapat beberapa bilik yang menyajikan informasi, berupa: (1) hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya1; (2) maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi yang menggambarkan tatanan tektonik regional pembentuk geologi Indonesia berdasarkan teori tektonik lempeng karena Indonesia terletak pada pertempuan tiga lempeng: Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia; (3) gambaran keadaan geologi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Kepulauan Maluku; (4) fosil-fosil manusia purba2; (5) beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan), sumber daya mineral yang ada di setiap daerah, dan susunan kristalografi dalam bentuk panel dan peraga asli; (6) kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk peralatan atau perlengkapan lapangan, sarana pemetaan, serta hasil akhir kegiatan berupa peta geolologi, geofisika, gunung api, geomorfologi, seismotektonik dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakatan data dan informasi geologi Indonedia; (7) gambaran beberapa gunung berapi aktif di Indonesia, seperti: Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi, dan Batu; (8) maket kompleks Gunung Bromo-Kelud-Semeru; dan (9) beberapa batuan hasil kegiatan gunung api yang tertata rapi di dalam lemari kaca.
Sedangkan pada bagian sayap timur lantai I gedung museum digunakan sebagai Ruang Sejarah Kehidupan yang memamerkan: (1) sejarah perkembangan makhluk hidup dari zaman primitif hingga modern; (2) panel-panel gambar tentang awal terbentuknya bumi sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu, beberapa milyar tahun sesudahnya ketika bumo sudah mulai tentang, dan gambaran ketika bumi sudah mulai dihuni oleh makhluk hidup bersel-tunggal; (3) replika fosil Tyrannosaurus Rex Osbon dengan panjang 19 meter, tinggi 6,5 meter dan berat 8 ton yang diperkirakan telah hidup pada masa Mesozoikum Tengah hingga Akhir atau sekitar 210-65 juta tahun lalu; (4) gambaran evolusi mamalia yang hidup pada zaman Tersier (6,5-1,7 juta tahun lalu) dan Kuarter (1,7 juta tahun lalu hingga sekarang) yang terekam baik melalui fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang ditemukan di beberapa tempat di Pulau Jawa; (5) panel dan maket penampang stratigrafi sedimen Kuarter daerah Sangiran, Trinil, dan Mojokerto; (6) fosil dan replika tengkorak manusia purba yang ditemukan di Indonesia dan beberapa tempat di dunia serta artefak yang digunakan; (7) panel mengenai sejarah pembentukan Danau Bandung, fosil ikan dan ular yang ditemukan pada lapisan tanah bekas Danau Bandung, dan artefak-artefak bekas manusia prasejarah yang menghuni sepanjang tepian Danau Bandung; dan (8) informasi tentang proses pembentukan fosil (batubara dan minyak bumi) serta keadaan lingkungan purba.
Pada lantai kedua bangunan museum dibagi menjadi 3 ruangan utama, yaitu: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur. Ruang barat dipakai oleh staf museum untuk menjalankan tugas-tugasnya, sedangkan ruang tengah dan timur digunakan sebagai ruang peraga yang dinamakan Ruang Geologi dan Kehidupan Manusia.
Ruang tengah lantai kedua Museum Geologi memamerkan: (1) beberapa contoh batuan asal Papua yang tertata rapi dalam lemari kaca; (2) miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi; dan (3) maket pertambangan emas terbesar di dunia yang berada di Pegunungan Tengah Papua. Dalam maket ini terdapat tambang Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 2,286 miliar ton, bekas tambang Ertsberg (Gunung Bijih) yang ditutup pada tahun 1988, dan gabungan beberapa tambang terbuka dan bawah tanah aktif yang memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 miliar ton.
Adapun ruang timur atau sayap timur lantai kedua Museum Geologi dibagi lagi menjadi 7 ruang kecil yang memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tatanan geologi bagi kehidupan manusia. Rincian ketujuh ruang pameran tersebut adalah: ruang pertama menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral bagi manusia serta panel gambar sebaran sumberdaya mineral di Indonesia; ruang kedua menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya mineral; ruang ketiga menyajikan informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari; ruang keempat menampilkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi; ruang kelima memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahasa geologi seperti tanah longsor, letusan gunung api dan lain sebagainya; ruang keenam menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunungapian; dan ruang ketujuh menjelaskan tentang sumberdaya air dan pemanfaatannya serta pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumberdaya tersebut.
Sebagai catatan, selain ruang peragaan yang berada di dalam gedung, pada tahun 2011 Museum Geologi melengkapi koleksinya dengan Taman Batu Geologi. Taman seluas 400 meter persegi di depan museum ini diresmikan oleh Kepala Badan Geologi M Suchyar di sela-sela peringatan Hari Bumi 2011. Tujuannya, selain untuk menyimpan koleksi berupa batuan khas Nusantara yang jumlahnya sekitar 30 jenis dengan nilai yang cukup mahal, juga untuk mengetahui siklus batuan di Indonesia. (gufron)








C.     BANDUNG CARNIVAL LAND (BCL)


Tempat wisata alternatif kini hadir di daerah Bandung. Bandung Carnival Land memiliki banyak wahana permainan yang sangat tepat untuk mengisi liburan dan akhir pekan keluarga anda. Dengan berlokasi di daerah karangsetra, Bandung Carnival land seakan menjadi Dufannya Bandung. Bandung Carnival Land soft opening  dilakukan pada tanggal 14 Maret 2011.  Grand opening dilakukan pada 2 April 2011.
Terdapat 14 wahana yang ada di Bandung Carnival land Wahana-wahana yang ada di Bandung Carnival Land ini antara lain lampion garden, mangkok tsunami, ulat gila, buah terbang, cinema 4D, rumah hantu, bom-bom car , dan mobil gila. Dan kedepannya rencananya akan bertambah lagi.
Harga tiket masuknya hanya Rp. 30.000 (weekday) dan 40.000 (Weekend). Dengan harga tiket ini anda bisa menaiki semua wahana maksimal 2 kali,  kecuali sepeda udara dan cinema 4D maksimalnya hanya 1 kali.  Sangat murah untuk sebuah tempat wisata dengan banyak wahana yang menarik. Bila belum puas menikmati wahana sesuai ketentuan maksimal di atas anda bisa membeli tiket tambahan untuk tiap wahana sebesar Rp. 5000. Anak-anak dengan dengan tinggi badan 85 cm ke atas dikenakan biaya tiket. 
Bandung Carnival Land buka setiap hari dari jam 12.00 - 22.00.  Terdapat juga foodcourt dengan fasilitas hotspot. Untuk rombongan mulai 30-100 (pelajar) pihak BCL biasanya akan memberikan potongan harga.
Bandung Carnival Land ini bisa jadi tambahan referensi untuk tempat liburan keluarga. Di samping harganya yang terjangkau, tempat ini juga bisa dikunjungi oleh keluarga ataupun rombongan sekolah. Lahan parkir yang disediakan cukup luas, jadi tidak perlu khawatir dalam memarkirkan kendaraan anda. Selain wahana yang beragam, prasarana yang disediakan oleh BCL juga memadai seperti misalnya, food corner yang menyediakan bermacam-macam makanan bagi pengunjung. Di samping itu kamar mandi yang disediakan di BCL pun cukup banyak dan bersih.
Sejauh ini wahana yang paling ramai dikunjungi adalah Rumah Hantu. Semakin malam justru semakin banyak pengunjung yang penasaran dengan isi wahana ini. Rencananya Bandung Carnival Land masih akan menambah lagi wahana seru seperti Hysteria atau Tornado di Dufan Ancol.


D.    CIBADUYUT

Sepatu, tas dan dompet merupakan salah satu asesoris yang selalu digunakan dan dibawa baik bagi pria maupun wanita. Bandung merupakan salah satu sentral pembuatan asesoris tersebut. Tepatnya berada di Cibaduyut Bandung. Cibaduyut pun dikenal sebagai deretan toko terpanjang di Asia. Hasil produk sepatu cibayudut tidak kalah dengan merek luar negeri. Buktinya dengan banyaknya turis domestik yang datang ke sini.
Cibaduyut Bandung berada di daerah selatan Bandung kira kira dari pusat kota sekitar 30 menit. Kawasan ini awalnya terkenal dengan sentral sepatu kulit.
Untuk menuju ke Cibaduyut tidak sulit. Di tandai dengan patung sepatu yang besar di depan perempatan sebelum memasuki jalan Cibaduyut Bandung. Dengan adanya patung yang Sepatu memudahkan untuk para pengunjung untuk bisa sampai ke cibaduyut bandung, karena patung sepatu merupakan lambang atau ciri khas dari jalan cibaduyut dan patung sepatu satu-satunya yang ada di kota Bandung. Pantung sepatu cibaduyut merupakan akses pintu masuk menuju dari jalan Cibaduyut Bandung.
Sepanjang Jalan Cibaduyut Bandung banyak berdiri toko toko yang menjual dan menerima pesanan sepatu. Semua ukuran sepatu dapat dibuatkan di sini. Daerah ini terkenal karena harga yang mereka tawarkan cukup murah, dan kwalitas yang cukup bagus.
Keistimewaan dari cibaduyut adalah bagi anda yang ingin membeli sepatu dengan model yang anda inginkan anda bisa melakukan pemesanan. Harganya pun bervariasi, mulai dari beberapa puluh ribu saja sampai dengan ratusan ribu rupiah. Harganya pun bisa di tawar. Dengan kualitas yang bagus juga. Mangkanya deangan kualitas yang terjamin prodak dari cibaduyut sangat terkenal hingga ke Asia.
Selain sepatu, dompet dan tas banyak juga di sini di jual makanan khas Bandung sebagai oleh oleh bandung. Jika datang ke cibaduyut Bandung anda tak hanya belanja sepatu atau makanan saja, namun dompet pun disini bisa dijadikan oleh oleh Bandung, karena harga, bentuk dan kwalitas yang bagus.
Untuk anda yang menggunakan kendaraan pribadi dari luar bandung anda bisa keluar dar Tol Kopo atau tol Moch. Toha, karna kedua Tol ini akses keluar dari tol yang sangat dekat. Berbagai oleh-oleh ciri khas kota bandung bisa anda dapatkan disini, seperti penyeum, dodol, opak, dan lain-lain.

BAB II
PENUTUP

1.      Kesimpulan
Dari uraian di atas, kegiatan widya wisata ini dapat di simpulkan bahwa di indonesia terutama di Jawa Barat banyak terdapat tempat wisata yang perlu kita jaga dan lestarikan. Semua wisata di Bandung yang kami kunjungi sangat memuaskan. Disana tempatnya sangat bagus, banyak wahana-wahana yang menarik dan mengasyikan  baik untuk belajar maupun rekreasi.
2.      Saran
Saran kami, kami berharap  kegiatan ini bisa terus berlangsung  dan lebih meningkatkan perhatian kepada siswa-siswa.
Sumber:



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar